Tips Menulis Kreatif
Menulis diartikan sebagai “Kegiatan menuangkan gagasan, ide, pendapat, pengalaman, pengetahuan dalam bentuk tertulis untuk dikomunikasikan kepada publik atau orang banyak, melalui media massa- dalam haI ini media massa cetak, baik berupa Koran , tabloid, maupun majalah”. Menulis memerlukan keterampilan tersendiri. Tidak semua orang pernah melakukannya.
Produk tulisan yang dihasilkan tentunya harus memiliki bobot mendalam dan ditulis sistematis dengan mempertimbangkan banyak aspek dan kaidah-kaidah tertentu.
Apa bedanya PENULIS dengan WARTAWAN ? Secara sederhana, semua wartawan (media cetak) adalah penulis, tetapi tidak semua penulis adalah wartawan.
Ruang lingkup penulis lebih luas dibanding wartawan. Kalau wartawan hanya mendasarkan produk tulisannya pada realitas faktual, seorang penulis lebih bebas menjelajah dengan kemampuan imajinatifnya.
Produk-produk yang dihasilkan wartawan disebut karya jurnalistik, maka produk tulisan yang dihasilkan penulis disebut karya nonjurnalistik. Karya-karya nonjurnalistik dibagi menjadi dua yakni fiksi dan nonfiksi. Jadi kurang tepat jika dikatakan bahwa penulis hanya menghasilkan produk-produk tulisan fiksi saja seperti cerpen, puisi, dan novel. Yang benar adalah penulis juga untuk orang-orang yang produktif menghasilkan karya nonfiksi seperti artikel opini, kolom, dan resensi.
Modal Utama
Modal dasar seorang penulis : intelektualitas, kepekaan, keberanian, ketekunan, dan kesabaran. Modal seorang Penulis adalah ‘kepekaan’ dan ‘sikap`kritis’ berhadapan dengan ‘teks kehidupan, entah teks yang tertulis maupun tidak tertulis. Seorang penulis harus sering bertanya, menyangsikan, mendekat, dan mengolah suatu ide dan peristiwa yang terekam dalam layar kesadarannya sehingga menghasilkan tulisan yang cerdas dan berbobot.
Menurut Pramoedya Ananta Toer : “Orang boleh pandai setinggi langit, namun selama tak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan arus putaran sejarah”.
Bagaimana cara mendapatkan ide tulisan atau artikel agar dapat dimuat di surat kabar ? Untuk menggali dan menumbuhkembangkan munculnya ide, inspirasi, atau gagasan untuk dijadikan bahan tulisan, kita harus punya minat yang tinggi dalam membaca.
Membaca apa ? Ya membaca apa saja. Karena dengan membaca kita akan menambah stok cakrawala pengetahuan. Sumber bacaan dapat diperoleh dari berbagai macam sumber. Selain yang tersurat , juga kita dapat membaca dari alam sekitar, misalnya tentang gunung; hutan; laut, dan lain –lain.
Berlatih Terus
Penulis adalah profesi yang unik dan membutuhkan pemikiran yang konsisten dan perjuangan keras. Kalau Anda ingin menjadi seorang novelis, belajarlah dulu menjadi seorang penulis cerpen. Kalau Anda ingin menjadi seorang kolumnis, belajarlah dulu menjadi seorang penulis artikel. Kalau Anda ingin menjadi seorang penulis buku, belajarlah menjadi penulis apa saja. Yang penting keterampilan Anda dalam menuangkan gagasan bisa tertuang secara sistematis dan fasih dalam menggunakan bahasa jurnalistik.
Ada orang yang mempunyai sejumlah prestasi yang hebat dalam menghasilkan jurnal dan penelitian yang ilmiah. Namun orang tersebut tidak mampu menulis untuk konsumsi media cetak. Mengapa demikian ? Jawabnya amat sederhana. Yaitu orang tersebut tidak memahami bahasa jurnalistik yang sederhana sehingga ia gagal dalam mempresentasikan pemikirannya kepada publik.
Karya tulis dalam bentuk apapun lahir dari ide. Ide merupakan pokok pikiran sebuah karya tulis, karya sastra, maupun karya jurnalistik. Seseorang biasanya tidak mampu menulis atau melanjutkan karya tulisnya dengan baik karena menganggap telah kehabisan stok ide. Apakah benar seperti itu ?
Seorang penulis artikel selalu dituntut untuk menyajikan kupasan tulisan yang selalu bersifat aktual. Hal ini dibutuhkan kreativitas dari penulis agar selalu memunculkan tulisan-tulisan yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat.
Stephen King mengatakan bahwa : “If you want to be a writer, you must do two things above all others : read a lot and write a lot”.
Selanjutnya Emha Ainun Najib mengatakan bahwa tipologi manusia ada empat yaitu : pertama, orang yang sedikit tahu dalam sedikit hal; kedua, orang yang banyak tahu dalam sedikit hal; ketiga, orang yang sedikit tahu dalam banyak hal; keempat, orang yang banyak tahu dalam banyak hal. Lalu diri kita berada pada posisi mana ?
Menulis adalah bagaimana mengasah pikiran kita. Robert Pinkert dalam The Truth English mengatakan bahwa : “writing is thinking. If you can’t think, you can’t write. Learning to write is learning to think”.
Seorang penulis harus rajin membaca. Hayatilah pekerjaan menulis sebagai profesi yang menggairahkan dan menggembirakan.
Dengan menulis, ide-ide kita bisa dikenal khalayak luas. Dengan menulis, kita bisa mandiri. Dengan menulis, akal budi, hati nurani, dan jiwa kita bisa ‘menari’ secara bebas.
Menulis adalah proses latihan dan mencoba terus-menerus. Kemampuan menulis ibaratnya juga seperti mata pisau, agar tidak berkarat mata pisau itu harus dipakai dan diasah terus-menerus.
Proses menulis merupakan pergumulan yang intens dan total. Seorang penulis yang baik akan berjuang sekuat tenaga untuk mencari ide dan memilih kata-kata terbaik yang bisa dihasilkan dan dipilihnya. Kalimat dan bahasa seorang penulis yang ideal seharusnya jernih, lugas, padat, enak, dan komunikatif.
Agar menjadi penulis yang besar dan berpengaruh, dalam menulis kita harus dapat menemukan eksistensi, ciri khas, dan kekuatan kita sendiri, baik dari segi aspek bobot/isi maupun pengucapannya (teknik penuangan bahasanya).
Berlatih adalah modal yang paling mendasar untuk sukses menjadi penulis profesional. Apalagi bagi penulis pemula, teori adalah hanya sekedar penunjang dan berlatih adalah pokok.Memahami teori namun tidak pernah berlatih, seseorang tidak akan pernah menjadi penulis. Sama halnya dengan seorang yang ahli teori renang, namun tidak pernah menyentuh air, maka tidak akan pernah menjadi perenang.
Pramoedya Ananta Toer menyampaikan resep agar membiasakan menulis dengan mengatakan bahwa : “Semua harus ditulis. Apapun . Jangan takut untuk tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna”.
==========
Abdul Gafar, Dosen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar